Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

RINDU PADA KEKASIH

Rindu Pada Kekasih Oleh: Sulastri . Bila berada dalam pendingin, maka kering Biarkan rindu mirip dengan hujan cinta Seperti tetes air di drizzling Tanah berdebu, memberi aroma yang tinggal kenangan . Sebab cinta beku dalam kesendirian yang menunggu dengan jarak yang tak pasti Kapan engkau akan pulang? . Aku ingin menjadi diriku dalam kesabaran Namun, terkadang kesabaranku memuncak Hingga aku menjadi seorang yang berharap kebebasan . Karena penantianku hampir beku untuk kesekian lama menunggu Dan, doaku adalah jalan pertemuan Untukmu yang kuharapkan . Pemalang, 22.06.16

PEDAGANG

Pedagang Oleh: Sulastri senja kala datang berdiri dekat trotoan yang penuh debu kendaraan sejak waktu , telah berputar ramai orang berdatangan mata memandang jelas dekat nampak potret kehidupan dijalankan menunggu senja kau berdiri tegak menanti tangan harapan ** Pemalang, 02.07.16

SITU TERATE

Situ Terate Oleh: Sulastri Jumpa kali awal memandang membentang luasnya danau di ujung selatan Terpesona dengan keindahan sajian alam Pohon-pohon tumbuh antara barat dan timur, seluas memandang alam Angin menampar-nampar , terasa dingin meraba kulitku Senja begitu indah Tak pernah kudapati pandangan bertajuk rupa alam serupa keindahan di tempat ini Harapan aku ingin berada di Setu Terate Berada di atas bebek buatan Berdua denganmu menikmati senja Tapi belum sempat terhentikan, kendaran kita telah melaju kencang Kau membawaku jauh bersama angin Tapi pesona Setu Terate seperti tinggal dalam ingatan yang tak pernah hilang, meski waktu telah tinggal menjadi sebuah kenangan *** Serang, 26/07/16

SEPOTONG ROTI

'Kau bisa menjadi apa saja yang kau mau, tapi kau tidak akan merubah apapun dan membuktikan ke siapapun tentang dirimu. Sebab kau tak pernah menjadi dirimu.' Malam jumat aku masih saja menuliskan kata diselembar kertas, beban pikiran masih saja belum terlepas. Kenangan masih saja terlintas dipikiranku tentang kebersaman yang berhenti dititik kesedihan. Ini bukan kesalahanmu ataupun kesalahanku melainkan keadaan yang telah membuat masalah menjadi semakin rumit. Aku mengambil cermin yang kuletakkan di atas lemari. Lampu bolam berwarna kuning terang menjadikan wajahku dicermin terlihat kusut. "Bertambahnya usia wajahku pun tak secantik dulu," rintihku pada cermin. Ingatanku kembali pada ucapanmu yang pernah kau katakan. Aku harus menjadi perempuan yang terlihat anggun ketika bersamamu. Itu sama saja merubah penampilanku yang dulu pernah kau kagumi. Sampai detik ini aku masih menjadi diriku sendiri. Tanggal 12 pebruari silam, tepat dihari ulang ta...