Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

SUKETI IS THE BEST BAB.6 Rahasiaku

'Terkadang kenyataan membuat kita terpuruk, duri pada mawar tak selamanya tajam.' Sepulang sekolah Aku dan Mila mengunjungi perpustakaan umum dekat alun-alun kota. Sebelah utara perpustakaan terdapat sebuah gedung untuk tempat latihan bulu tangkis tapi sayang aku belum pernah masuk ke situ. Motor Mila dipakirkan di depan perpustakaan lalu kami masuk ke dalam. Aku mengisi lembaran kertas pengunjung yang diletakkan di atas meja dekat pintu. Kemudian melangkah ke sudut ruangan di rak paling belakang, yang terdapat kumpulan buku fiksi berjejeran di rak masing-masing. "Mil, kamu mau sekalian pinjam tidak? nanti aku ambilkan novel menarik." "Enggak usah Ti, lagi malas baca. Lagian niat ke sini cuma nganterin kamu aja." "Oh.." Kulirik Mila yang tengah duduk mengamati setiap pengunjung. Mila pasti baru pertama kali ke sini, lihat saja kepalanya sedari tadi celingukan ke seluruh ruangan seperti heran dengan perpustakaan di sini. Kini aku ke...

SUKETI IS THE BEST BAB.5 Guru Idola

Lapangan basket di Sekolah SMA Pangantun Luhur ini sangat luas aku bisa bebas berlari mengelilingi lapangan saat pemanasan. Masa orientasi berjalan lancar, walau aku kesal rambutku terlihat aneh dikucir dua dengan pita berwarna merah-putih. Padahal aku lebih suka dikucir satu saja itu pasti sangat cocok diwajahku yang tirus ini. Di sebelah kiri sekolahku ada sebuah gereja, namanya Gereja Luxas. Sekolah ini memang pemiliknya non muslim semua gurunya pun non muslim. Bisa dibilang ini sekolah khusus untuk orang non muslim. Itu tak penting bagiku, sebab bisa sekolah pun aku sangat bersyukur. Menurutku jika aku bisa lulus SMA tentu mencari pekerjaan akan sangat mudah. "Hay..., kamu ngapain di situ ayo cepat masuk!" kata pria yang berdiri di depan kelas. Pria itu memakai kemeja kotak-kotak, hidungnya mancung, tubuhnya gendut tapi berotot, dan punya tahi lalat disebelah kanan hidungnya. Menurutku pria itu sangat tampan tapi sayang wajahnya terlihat sangat galak. Sekarang...

SUKETI IS THE BEST Bab 4 Langkah Awal

Bab 4 Langkah Awal . Masa kelulusan SMP Suketi tampil membacakan puisi perpisahan. Dio mantan kakak kelasnya dulu datang menghadiri acara perpisahan di sekolahnya. Pria itu menatap Suketi lamat-lamat. Dua tahun menjalin pertemanan dengan Dio, kenangan bersamanya penuh dengan cerita bahagia. Aku menuruni tangga setelah membacakan puisi di Panggung Sekolah. Dia berjalan menuju ke arahku kemudian menjabat tangan lalu menanyakan kabar. Rambut keriting Dio mulai terlihat tebal dan hitam. Mungkin dia lupa memotong rambutnya. Lelaki itu mengenakan kacamata, cocok sekali sebab hidungnya mancung tapi sayang tingginya kurang. "Suaramu masih tetap cempreng dan merdu, kamu habis makan sambal yah," canda Dio kepadaku. Aku mencubit pinggangnya tapi dia langsung menghindar. "Tapi suaraku ngangenin kan," kataku sambil mengedipkan mata kepadanya. Dia malah tertawa menunjukkan gigi tarinngnya yang runcing di sebelah kanan. Dio manis saat tertawa ditambah lesung pipitny...

SUKETI IS THE BEST Bab.3 Dia Penolongku

Pagi di ujung jalan tak bertepi. Matahari menampakkan wajahnya malu-malu. Sinar suryanya memantul diujung aspal, tepat dimana gadis remaja itu berjalan. Suketi melangkah ke Sekolah dengan jalan kaki. Ia kesal karena bangun kesiangan tak sempat sarapan. Tepat didepan gerbang sekolah. Suketi tak menyadari kaos kakinya panjang, pendek sebelah. Dalam keadaan gugup Suketi suka pelupa. Bahkan dia lupa tak mengenakan topi upacara. Suketi berlari masuk. Ia benar-benar terlambat masuk. Temannya sudah membentuk barisan diantara murid yang lainnya. Salah satu teman melirik dengan senyum yang ditahan. Entah, mereka tersenyum karena apa? Suketi tak peduli. Kini Suketi harus rela berdiri sendiri dibarisan timur menatap matahari. Gadis remaja berpakaian putih biru itu. Harus melawan lelah ditambah hukuman, karena ia tidak melengkapi seragam pada saat upacara. Tubuhnya yang mungil, dengan napas tersendat-sendat. Kakinya mulai terhuyung tak kuat menahan panas matahari. Kepalanya semakin berat...

SUKETI IS THE BEST Bab.2 Pemulung

Menginjak kelas dua SMP, Suketi duduk sebangku dengan Suyati. Dia sudah seperti sahabat, diibaratkan seperti ekor Suketi. Kemana-man selalu berdua, kalau ada Suketi disitu pasti ada Suyati. Suyati gadis remaja yang cerewet, bawel tapi baik hati dan suka berbagi. Walaupun soal pelajaran Dia tak sepandai seperti Suketi. Kalau soal berhitung, dia jagonya. Suketi yang suka membaca novel dan cerpen, Suyati malah suka baca komik. Persahabatan mereka itu unik. Yang satu pendiam, satunya lagi cerewet. Dan membuat mereka saling mengisi satu sama lain. *** "Suyati." Suketi melongo melihat BP3nya tertulis nama Suyati sahabatnya. 'Kenapa bisa seperti ini? Masa sampai bisa tertukar BP3 Suyati denganku,' protes Suketi dalam hati. Suketi tertawa lepas, sendiri di dalam kamarnya. Ia membayangkan sahabatnya pasti ikut tertawa kalau tahu BP3nya tertukar dengannya. "Eti," pangil Ibu dari depan pintu kamar Suketi. Suketi pun keluar. "Ada apa, Bu?"...

SUKETI IS THE BEST Bab 1 Aku Benci Namaku

Bab. Aku Benci Namaku Oleh: Sulastri "Myname is Suketi. There are... I'm is..." Gadis remaja itu kemudian diam tak melanjutkan ucapannya, karena seluruh temannya menertawakan pada saat Suketi berbicara Inggris. Suketi mengerutkan dahi, memalukan. Keluhnya dalam hati. Aku lebih baik disuruh bicara bahasa jawa dari pada harus berbicara inggris yang susah setengah mati. "Ah..Mengapa harus ada pelajaran bahasa inggris di Sekolahnya?" Gerutunya sebal. Belum lagi ejekan dari teman. Menertawakan namanya. Suketi, Suket yang berarti rumput dan diberi imbuhan -i dibelakangnya. Bukankah rumput adalah tanaman liar yang dicabut kemudian dibuang. Aku tak ingin menjadi rumput liar. Andai saja aku bisa mengganti namaku Bintang yang selalu memberi cahaya di waktu malam. *** Aku menjalani hari-hari sendirian tanpa teman. Tapi lebih baik seperti ini karena temanku datang kalau ada maunya saja. Seperti meminjan buku tugas rumah atau menyontek sewaktu ulangan. Setel...