Gambar diambil dari Tokopedia Sudah dua hari yang lalu, Niken membuat janji, aku menunggunya dari pukul setengah lima sore di pinggir jalan. Waktu ku terbuang sia-sia. Ia tidak kunjung datang. Terpaksa aku pergi tanpa di temani siapapun. Meskipun sempat menggerutu sepanjang jalan, memasuki Toko Buku-- keluar dengan membawa buah tangan. Buku ini akan kuhadiahkan saja untuk Kakaknya. Bagaimana nanti reaksi Niken? Setelah melihat hal ini. Sesampainya di Parkiran motor, aku tak sengaja membaca gerobak keliling: Pempek. Tak jauh dari tempatku berdiri. "Bang, berhenti!" Dengan suara menekan aku berhasil menghentikan bakul empek-empek. Aku segera melajukan motor, turun, dan berdiri di samping gerobak. "Bang, beli pempeknya." "Mau berapa porsi, Neng?" "Satu saja." Aku memperhatikan dibalik kaca gerobak, ada pempek isi daging, dan isi telor. Pempek itu baru saja diangkat dari penggorengan. Kemudian ada empat botol bekas sirup yang dijadikan...
Gambar diambil dari Culture triple Rian diberi tugas dari Bosnya untuk menarik buku LKS ke SMP Negeri 5 Purwokerto. Pakaian yang dikenakan Rian, baju batik, celana bahan berwarna hitam. Membuatnya tampak rapi seperti guru-guru yang ada di tempat itu. Dengan tas selempang cokelat yang biasa digunakan penagih utang. Tas itu berguna sekali untuk menaruh ponselnya, Nota dan dompet. Dia kadang pelupa. Setiapkali berjalan di koridor sekolah, semua guru menyapanya. Ini kali kedua Rian datang kemari. Yang pertama datang bersama bosnya dengan menaiki mobil. Berjalan menuju ke ruang Koperasi, tumpukan buku LKS terjejer di sudut dinding. "Ada yang bisa saya bantu, Pak." Bu Muji selaku pekerja di Koperasi sekolah melayani kedatangan Rian dengan ramah. "Sisa buku yang belum terjual, apa sudah berada di sini semua, Bu?" "Ya, Pak. Kalau perlu itu semua bisa dicek ulang sesuai nota." Satu per satu buku LKS dihitung jumlah sisa buku yang masih terjejer di temp...