Ia berjalan
ditengah keramaian
Mengarah terik
cahaya mentari
Menyongsong hidup
dalam kesendirian
Dunia ini
orang mana mau memberi
Dia menginjak
perut bumi
Menumpahkan setetes
air ketanah
Sekali,dua
kali ia berkata:
Kini hanya
kesedihan
Dimana kebahagiaan
itu
Kebahagiaan bersama
keluargaku
Kau ambil
nyawa kedua orang tua ku
Dimana aku
harus mengadu
Kalau bukan
kepada-Mu
Mungkin ini
jalan nasibku
Dia anak
yang sholeha
Meski susah
ia tetap berdoa
Pergi pulang
menuju mushola
beribadah taat beragama
Komentar
Posting Komentar