Langsung ke konten utama

Ilmu dan Manfaat dari Pekerjaan


Tahukah anda sebuah pekerjaan pasti terdapat pelajaran yang bisa diambil! Kenapa bisa seperti itu? Yah lah, coba deh anda berpikir dengan sudut pandang yang positif. Tentu suatu saat nanti anda akan tahu, apa yang bisa diambil pelajaran atau ilmu yang bisa dibawa pulang?
.
Seperti pekerjaan yang telah saya tinggalkan membuat saya punya pengalaman dan yang paling penting keahlian yang saya miliki. Namun, saya tidak menyukai pekerjaan di pabrik. Alasannya jelas, yah..cuma itu-itu saja dan semua orang bisa melakukannya. Itu pasti.
.
Pertama kali bekerja di sebuah Pabrik Rokok. Saya mendapat bagian sebagai pengemas. Ya kerjanya cuma mengemas rokok, melipat-lipat saja tapi harus cepat. Kadang lupa waktu sholat. Halahh..
.
Lanjut lagi bekerja jadi buruh tenun. Nah.., ini menenun itu sulit loh bener deh. SERIUS! Kalau kita enggak tepat mengatur benang hasilnya akan berantakan, motifnya pun akan beraturan, beneran dah.
Sudah gitu, tangan kiri; mendorong kayu pegangan. Tangan Kanan; ngembatin (ngulurin benang) biar enggak mencong sana-sini. Haha.. smile emotikon
Sudah gitu mata harus tetap fokus pada sarung gambar. Nah.., kalau tidak itu skoci bisa terlempar jatuh ke tanah. Benangnya pun bisa keluar. "Mletik," basa jawanya gitu SUSAH BUKAN!
.
Tapi enak juga sih nenun sarung itu adalah pekerjaan laki-laki. Terus kalau perempuan bisa melakukannya orang di kampungku akan bilang, "wih... Hebat!"
.
Yukk..sekarang lanjut ke pekerjaan karyawan di Konter. Di Konter saya mendapat bagian megang komputer. Kerjanya cuma melayani afdrek foto pake aplikasi photo shop. KEREN KAN!
.
Di situlah saya bisa belajar untuk menguasai aplikasi photo shop. Syukur-syukur kalau nanti saya bisa punya toko+komputer di rumah kan bisa melayani afdrek foto. Hehe wink emotikon
.
Jadi SPG saya belajar untuk bisa bicara blak-blakan dan enggak canggung. Terus saya juga punya cara, bagaimana bisa merayu konsumen? Misalnya gini saya menawarkan barang kepada konsumen. Nawarin mesin cuci, yah.. Saya harus bisa menjelaskan cara menggunakan mesin cuci, kelebihan pakai mesin cuci biar mudah sekaligus cepat. Gitu lah pokoknya.
.
Dan pekerjaan yang sedang saya kerjakan ini, juga ada ilmu dan manfaatnya juga lohh. Saya sekarang bekerja di kantor pos dibagian loket pembayaran dan pos paketan.
Kerjanya pakai aplikasi postpain.
Ribet banget. Tapi.. Saya mencoba untuk bisa melakukan. Walaupun terkadang pernah melakukan kesalahan toh.. Keahlian ini enggak bakal saya lupakan.
Semua orang pasti belum tentu bisa. Kita harus tepat waktu buat laporan dan nulisnya enggak boleh ada yang salah. Selain diketik juga harus ditulis dibuku. Ah... Cape lah pokoknya.
.
Yang jelas saya senang dengan pekerjaan yang saya lakukan ini. Ilmu dalam pekerjaan ini pun akan menjadi keahlian saya sampai nanti saya tua.
Ok.. Sudah dulu yah. Bye..bye..

 ***
Pemalang, 15.05.16
‪#‎Cerita_Sulastri‬

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEPOTONG ROTI

'Kau bisa menjadi apa saja yang kau mau, tapi kau tidak akan merubah apapun dan membuktikan ke siapapun tentang dirimu. Sebab kau tak pernah menjadi dirimu.' Malam jumat aku masih saja menuliskan kata diselembar kertas, beban pikiran masih saja belum terlepas. Kenangan masih saja terlintas dipikiranku tentang kebersaman yang berhenti dititik kesedihan. Ini bukan kesalahanmu ataupun kesalahanku melainkan keadaan yang telah membuat masalah menjadi semakin rumit. Aku mengambil cermin yang kuletakkan di atas lemari. Lampu bolam berwarna kuning terang menjadikan wajahku dicermin terlihat kusut. "Bertambahnya usia wajahku pun tak secantik dulu," rintihku pada cermin. Ingatanku kembali pada ucapanmu yang pernah kau katakan. Aku harus menjadi perempuan yang terlihat anggun ketika bersamamu. Itu sama saja merubah penampilanku yang dulu pernah kau kagumi. Sampai detik ini aku masih menjadi diriku sendiri. Tanggal 12 pebruari silam, tepat dihari ulang ta...

PEDAGANG

Pedagang Oleh: Sulastri senja kala datang berdiri dekat trotoan yang penuh debu kendaraan sejak waktu , telah berputar ramai orang berdatangan mata memandang jelas dekat nampak potret kehidupan dijalankan menunggu senja kau berdiri tegak menanti tangan harapan ** Pemalang, 02.07.16

Cerpen: Masa Pubertas, Stop Pacaran!

          Gambar diambil dari PureKids Menjadi seorang ibu memang tidak mudah. Melihat perubahan anakku sekarang, setelah mengalami masa pubertas. Nia, gadis kecilku telah bertumbuh besar menjadi seorang remaja. Buah dadanya semakin menonjol, wajahnya tumbuh berjerawat. Mulai menjaga penampilan, menggunakan pembersih wajah. Lebih sering mendekam di kamarnya sepulang dari sekolah menengah pertama. Jemari ini mengetuk pelan pintu kamar, "Nia, boleh Mama masuk?" Nia membukakan pintu dengan wajah bertekuk. "Ada apa, Mah?" "Mama mau berbincang-bincang sama anak Mamah ini. Boleh 'kan?" Aku duduk di sisi ranjangnya, Nia mulai memainkan ponsel. Sebelah mata kiriku mencoba melirik ke arah layar gadgetnya, mendapati anakku tengah mengetik pesan balasan. "Ehem … " Mendengar aku berdehem, anakku menoleh. Lalu, meletakkan ponselnya. Aku segera bertanya, "Gimana sekolahnya? Apa hari ini ada tugas dari ibu guru?"  "Nggak ada, Mah....